Posted by Ratihqah Munar Wahyu dan Anindrya Nastiti

Latar belakang H.S?

H.S muncul karena ketidakpuasan beberapa pihak (terutama orangtua) akan mutu pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga penyelenggara pendidikan. Bagaimana guru/pengajar yang tidak kredibel, materi yang terlalu berat, anak dipaksa mempelajari sesuatu yang tidak disukai, potensi dan bakat yang dipenjara dalam angka-angka rapot, cara penyampaian materi  yang membosankan dan tidak menarik, bahkan banyaknya jajanan tidak sehat di sekolah, bullying, teman yang mengenalkan hal-hal negatif, dll.

 Apa itu Homeschooling (H.S)?

Banyak yang mengidentikkan H.S sebagai pola belajar bagi anak-anak yang tidak bisa mengikuti program pembelajaran yang tersedia di masyarakat umum (sekolah-red), karena berbagai macam alasan seperti : memiliki kebutuhan khusus, cacat, dll. Sebenarnya H.S adalah salah satu penyelenggara pendidikan selayaknya sekolah umum, hanya pelaksananya bukan lembaga formal. Para pelaksana H.S setara kedudukannya dengan penyelanggara pendidikan nonformal lain. Para peserta H.S juga bisa mendapatkan ijazah setara tingkat pendidikan yang ada di masyarakat (SD, SMP, SMU), dengan mengikuti ujian persamaan yang dilaksanakan oleh pemerintah (ujian Paket, A, B, dan C). Dalam beberapa kasus, beberapa orangtua yang melaksanakan H.S di rumahnya membeli paket kurikulum dari institusi pendidikan ternama di luar negeri seperti Cambridge, dan mendaftarkan anaknya untuk mengikuti ujian kesetaraan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan. Para penyelenggara ujian kesetaraan ini akan menerbitkan ijazah resmi dari institusi (Cambridge, misalnya) untuk para peserta yang lulus ujian kesetaraan.

Dalam H.S orangtua memegang peranan penting, sebagai, trainer, motivator, sekaligus guru. Kadang-kadang orangtua merasa kurang percaya diri dalam melaksanakan H.S. Padahal, dalam proses H.S tidak ada tuntutan agar orangtua mengetahui segalanya. Yang terpenting adalah kesanggupan orangtua untuk terus belajar dan membuka diri terhadap hal-hal yang baru. Dalam H.S bukan hanya anak yang belajar, namun juga orangtua.

Apa tujuan H.S?

Banyak orang yang mempersempit arti belajar. Bahwa belajar hanya bisa dilaksanakan di sekolah, padahal belajar bisa dilaksanakan di mana saja, kapan saja. Banyak peristiwa alam, peristiwa sehari-hari yang bisa diamati dan dipelajari.

Tujuan H.S adalah membentuk independent learner. Bagaimana orangtua menanamkan bahwa belajar bisa di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Tanpa harus dibatasi oleh ruangan, waktu, usia bahkan keterbatasan sarana dan prasarana.

Dalam blog ini, cakupan homeschooling tidak hanya dibatasi dalam kerangka pendidikan alternatif selain pendidikan formal. Jikapun orang tua memutuskan untuk memasukkan anak ke sekolah formal, perlu diingat bahwa pendidikan paling utama dimulai dari rumah.